Mengenal Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Narasi

Teks yang menceritakan sesuatu yang imajinatif atau sesuatu yang hanya khayalan belaka dan tujuannya hanya untuk menghibur pembaca. Teks narasi memiliki struktur teks yang membangun teks tersebut. Berikut merupakan struktur teks narasi.


a. Orientasi

Orientasi merupakan gambaran awal dari sebuah cerita yang biasanya berisi tentang peristiwa, latar waktu, latar ruang, latar suasana, dan perkenalan tokoh yang dalam cerita yang akan kalian baca.

b. Komplikasi

Komplikasi merupakan bagian dari teks narasi yang berisi sebuah peristiwa atau masalah yang dihadapi oleh tokoh utama.

c. Resolusi

Resolusi berisi solusi atau ide untuk memecahkan masalah yang berada pada strukur komplikasi

d. Reorientasi

Reorientasi berisi komentar pribadi dari penulis yang berkaitan tentang peristiwa yang sedang diceritakan.

Unsur Kebahasaan Teks Narasi

Teks narasi merupakan salah satu teks berisi tentang sebuah pengalaman pribadi. Terdapat beberapa ciri kebahasaan yang harus diperhatikan dalam menulis teks narasi. Berikut merupakan ciri kepandsdan teks narasi yang harus kamu paham.

a. Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan, seningga memiliki lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Di dalam teks tanggapan kritis ditandai dengan adanya kalimat kompleks (kalimat majemuk), baik kalimat majemuk setara maupun kalimat majemuk bertingkat.

b. Kata Hubung

Kata hubung atau kata sambung sering disebut juga dengan konjungsi, yaitu kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat. Selain itu, kata hubung juga berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Konjungsi terbagi menjadi dua sebagai berikut.

Konjungsi koordinatif - yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebin yang kedudukannya sederajat atau setara. Contoh konjungsi koordiantif sebagai berikut
  • Penanda hubungan penambahan: dan.
  • Penanda hubungan pendampingan misal: serta
  • Penanda hubungan pemilihan: atau.
  • Penanda hubungan perlawanan: tetapi, melainkan.
  • Penanda hubungan pertentangan: padahal, sedangkan, bahkan, namun.

Konjungsi subordinatif - yaitu konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat
atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif. Penghubung subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) yang kedudukannya tidak sederajat.
Contoh konjungsi subordinatif sebagai berikut.
  • Penghubung subordinatif atributif. yang
  • Penghubung subordinatif tujuan: agar supaya, biar
  • Penghubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
  • Penghubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedan, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum, sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai

c. Kata Keterangan

Berikut macam-macam kata keterangan
  • Kata keterangan waktu adalah kata keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya suatu peristiwa, misalnya kemarin, sekarang, besok, lusa, pagi, siang, dan malam.
  • Kata keterangan tempat adalah kata keterangan yang menjelaskan dalam ruang mana suatu perbuatan atau peristiwa berlangsung. Biasanya dinyatakan oleh kelompok kata yang didahului kata tugas: di, ke, dari, dan pada.
 

d. Kata Rujukan

Kata rujukan adalah kata yang merujuk pada kata lain yang telah diungkapkan sebelumnya. Kata rujukan dibedakan sebagai berikut.
  1. Rujukan benda atau hal, yaitu rujukan kata yang menyatakan nama dari seseorang. tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, seperti ini, itu, tersebut.
  2. Rujukan tempat, yaitu kata yang merujuk kepada kata tempat suatu kejadian terjad, antaralain di sini, di situ, di sana.
  3. Rujukan personil/orang atau yang diperlakukan seperti oran9, yaitu kata yang merujuk kepadasebuah tokoh dalam sebuah cerita. Tokoh yang mengalami sebuah peristiwa atau kejadian tertentu. Contoh kata rujukan personil/orang atau yang diperlakukan seperti orang. yaitu aku, dia, ia, mereka, beliau.

Membuat Teks Narasi

Dalam membuat karangan narasi tidak terlalu sulit karena karangan jenis karangan narasi ini biasanya berisi pengalaman pribadi penulis dan sering kali dalam bentuk cerita. Ketika sang penulis mengungkapkan apa yang ada dipikirannya, maka harus dapat memasukkan semua konvensi cerita: plot, tokoh, setting klimaks, dan akhir cerita.

Karangan narasi harus sesuai alur sehingga dapat membuat pembaca merasakan langsung dari cerita yang dibaca tersebut. Sebelum membuat karangan narasi, terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebagai berikut
  1. Diceritakan dari sudut pandang tertentu.
  2. Membuat dan mendukung suatu sudut pandang.
  3. Diisi dengan detail yang tepat.
  4. Menggunakan kata kerja yang jelas.
  5. Menggunakan konflk dan urutan cerita.
  6. Dapat menggunakan dialog.
Setelah mengetahui ha-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat teks narasi, kamu juga perlu memperhatikan langkah-langkah dalam menulis teks narasi. Berikut merupakan langkah-langkah dalam menulis teks narasi.
  1. Menentukan tema dan amanat yang akan disampaikan.
  2. Menetapkan sasaran pembaca.
  3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  4. Membagi peristiwa utama ftu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir centa.
  5. Merinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  6. Menyusun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.
Pras Pratama Tv maven. Hardcore analyst. Pop culture scholar. Writer. Zombieaholic. Prone to fits of apathy. Problem solver. Food lover. Gamer. Music expert.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Narasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel