Pengertian Faktor Produksi dan Pengertian Modal

Faktor produksi modal adalah segala sesuatu, baik berupa barang atau uang yang dapat dipergunakan atau dimanfaatkan untuk memperlancar atau menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Dengan meningkatkan sumber daya modal, kegiatan produksi dapat ditingkatkan sehingga kemampuan memenuhi kebutuhan dan tersedianya alat pemuas kebutuhan semakin besar.

Faktor produksi modal dapat dibedakan sebagai berikut.

Modal Menurut Waktunya/Sifatnya

Modal tetap (fitex capital) adalah modal yang dapat digunakan untuk waktu lama dan dapat dipergunakan lebih dari satu kali proses produksi. Modal tetap biasanyya jangka waktu penggunaannya lebih dari satu tahun. Contoh: mesin, gedung kendaraan, tanah, dan lain-lain.

Modal lancar (cariable capital) adalah modal yang dapat digunakan untuk jangka waktu pendek dan digunakan untuk satu kali proses produksi. Contoh: bahan baku, bahan penolong, uang. perlengkapan, dan lain-lain.

Modal Menurut Wujudnya

Modal uang (money capital), adalah modal yang berupa alat-alat pembayaran dan hak-hak atas sejumlah tagihan. Contoh: uang tunai, tabungan, piutang usaha, dan lain-lain.

Modal barang (capital goods), adalah modal yang berwujud barang. Contoh: tanah, mesin, gedung pabrik, kendaraan, dan lain-lain.

Modal Menurut Asalnya

Modal sendiri adalah modal yang diserahkan oleh pemilik pada perusahaan yang dipergunakan untuk usaha.

Modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pinjaman pada pihak lain

Faktor Produksi Kewirausahaan

Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan atau keterampilan untuk mengombinasikan faktor produksi (faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal) dalam upaya menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Kemampuan atau keterampilan dapat berupa penerapan metode, teknik, prosedur, dan seni mengelola kegiatan usaha seseorang pengusaha yang berkualitas akan mampu menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan memanfaatkan faktor produksi yang ada sehingga ia akan mencapar tujuan yaitu keuntungan.

Agar usaha dapat berhasil, maka seorang pengusaha/wirausahawan harus memiliki sifat-sifat berikut. (Menurut Mc Clelland ada 10) :
  1. Ulet
  2. Selalu mencari peluang yang ada.
  3. Memegang janji.
  4. Selalu berorientasi pada kualitas dan efisiensi. 
  5. Berani mengambil risiko.
  6. Berani melakukan inovasi/percaya diri.
  7. Mampu menentukan tujuan
  8. Mampu membuat perencanaan.
  9. Mampu mencari informasi.
  10. Mampu meyakinkan dan mengatur pekerja.

Hasil Produksi

Berdasarkan jenis produksinya, hasil produksi dapat dibagi menjadi 5 (lima), yaitu:
  1. Hasil produksi ekstraktif, yaitu hasil produksi dari pemungutan benda-benda yang disediakan oleh alam. Misalnya pasir, batu, ikan laut, dan lain-lain.
  2. Hasil produksi agraris, yaitu hasil produksi dari pengolahan tanah atau sejenisnya. Misalnya hasil perkebunan, pertanian, dan kehutanan.
  3. Hasil produksi industri dan pengolahan, yaitu hasil produksi dari pengolahah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi. Misalnya kain, benang. roti, sepeda, dan lain lain.
  4. Hasil produksi perdagangan, yaitu hasil produksi dari usaha menyalurkan atau memasarkan hasil produksi. Misalnya laba.
  5. Hasil produksi jasa, yaitu hasil produksi dari usaha memenuhi kebutuhan manusia dengan menjual jasa. Misalnya jasa transportasi, jasa pariwisata, dan jasa asuransi.
Berdasarkan kegunaannya, hasil produksi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Hasil produksi yang berwujud barang jadi, misalnya pakaian, makanan, obat-obatan, dan lain-ain.
  2. Hasil produksi yang berwujud barang setengah jadi, misainya benang, lempengan besi besi batangan, kayu gergaji, dan lain-lain.
  3. Hasil produksi yang berwujud barang modal, misalnya pesawat terbang, kereta api. mesin-mesin kapal laut, dan lain-lain.
Berdasarkan hasil yang ingin dicapai, produksi dapat dibedakan menjadi produksi teknis, produksi ekonomis, produksi nonekonomis
  • Produksi teknis adalah usaha atau kegiatan produksi yang bertujuan untuk menamban atau meningkatkan nilai guna suatu barang tanpa memperhitungkan laba atau rugi.
  • Produksi ekonomis adalah kegiatan produksi yang selain bertujuan menambah nilai guna suatu barang juga memperhitungkan untung dan ruginya.
  • Produksi nonekonomis adalah kegiatan produksi dengan pengeluaran biaya yang besar tetapi hasilnya kecil, sehingga terjadi kerugian.
Berdasarkan tingkat produksi, dapat dibagi 3 (tiga) yaitu:
  • Tingkat produksi primer, yaitu usaha produksi yang langsung berhubungan dengan alam dan merupakan tingkat awal dari kegiatan produksi. Misalnya usaha pertanian, kehutanan, pertambangan, dan perikanan.
  • Tingkat produksi sekunder, yaitu usaha produksi yang berhubungan dengan pengolahan hasil-hasil alam. Misalnya kerajinan, industri, dan pengolahan-pengolahan yang lain.
  • Tingkat produksi tersier, yaitu usaha yang tujuannya memperlancar kegiatan konsumsi dan kegiatan produksi. Misalnya asuransi, perdagangan, perbankan, transportasi, pergudangan, dan lain-lain.

Tujuan Produksi dan Biaya Produksi

Tujuan kegiatan produksi adalah :
  1. Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Menghasilkan keuntungan atau laba dengan cara memasarkan hasil produksi denganharga yang lebih tinggi

Biaya produksi adalah semua biaya yang telah dikeluarkan atau dihabiskan untuk melakukarn proses produksi dalam rangka menghasilkan barang dan jasa. Macam-macam biaya produksi antara lain:
  1. Biaya tetap yaitu biaya yang besar kecilnya atau jumlahnya tidak dipengaruhi oleh banyaknya produksi yang diperoleh.
  2. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlahnya tergantung banyak sedikitnya produksi yang diperoleh. Jadi, biaya variabel dipengaruhi oleh jumlah produksi. Misalnya biaya pembelian bahan baku dan bahan mentah, biaya pembelian bahan bakar, dan lain-lain
  3. Biaya total, yaitu biaya tetap dan jumlah biaya variabel sehingga disebut biaya seluruhnya.

Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi

Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang senantiasa bertambah jumlah dan seleranya serta untuk dapat mempercepat tercapainya kemakmuran yang diharapkan.

Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dilakukan karena didasari beberapa alasan berikut.
  • Bertambah jumlah penduduk.
  • Perkembangan IPTEK.
  • Berkembangnya peradaban dan kebudayaan manusia.
  • Meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat.
  • Meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Cara untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi antara lain
Intensifikasi (tanpa menambah faktor produksi, hanya dengan meningkatkan daya guna faktor produksi yang ada)
  • Ekstensifikasi (dengan menambah faktor produksi)
  • Diversifikasi (dengan menganekaragamkan hasil produksi)
  • Mekanisasi (dengan mengubah tenaga kerja manusia dengan mesin)
  • Rasionalisasi (dengan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi)


Kegiatan Produksi dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sekitar

Kegiatan produksi dapat menimbulkan dampak positif, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif. Tahukah kalian apa dampak positif dan negatifnya?
Pras Pratama Tv maven. Hardcore analyst. Pop culture scholar. Writer. Zombieaholic. Prone to fits of apathy. Problem solver. Food lover. Gamer. Music expert.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Faktor Produksi dan Pengertian Modal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel